5 Cara Mengatasi Error 503 Service Unavailable di WordPress

5 Cara Mengatasi Error 503 Service Unavailable di WordPress

Anda kaget karena website Anda hanya memunculkan layar putih bertuliskan “error 503 Service Unavailable”? Jangan panik dulu, Anda sudah menemukan artikel yang tepat untuk bisa mengatasi error tersebut!

Di artikel kali ini, kami akan membahas tentang 503 Service Unavailable secara lengkap. Mulai dari pengertian, penyebab, hingga bagaimana cara mengatasi 503 Service Unavailable.

Daftar isi

  • Apasih 503 Service Unavailable itu ?
  • Apa penyebab 503 Service Unavailable ?
  • Cara mengatasi 503 Service Unavailable ?
    • 1. Mematikan sementara semua plugin ?
    • 2. Ubah Tema WordPress ke Default ?
      • File Manager
      • PHP Myadmin
    • 3. Mematikan Sementara API “Heartbeat” di WordPress
    • 4. Perbaiki Custom PHP yang Bermasalah
  • Perbaiki Custom PHP yang Bermasalah
  • Naikkan Kapasitas Hosting

Apa Itu 503 Service Unavailable?

contoh error 503 service unavailable
Sumber gambar: qodeinteractive

503 Service Unavailable adalah error WordPress yang terjadi saat server tak bisa memenuhi permintaan koneksi. Bisa karena server penuh sehingga tak bisa menangani request lagi (overload). Atau, karena server sedang dalam proses perbaikan (maintenance).

Terkadang, kendala 503 Service Unavailable menampilkan pesan error yang berbeda di setiap websitenya. Beberapa pesan error yang umumnya muncul, antara lain:

  • 503 Service Unavailable
  • 503 Service Temporarily Unavailable
  • HTTP Server Error 503
  • HTTP Error 503
  • 503 Error
  • Error 503 Service Unavailable
  • Error 503 Backend fetch failed
  • The server is temporarily unable to service your request due to maintenance downtime or capacity problems. Please try again later.

Baca juga: Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya

Penyebab 503 Service Unavailable

Ada beberapa penyebab terjadinya error 503 Service Unavailable,yaitu:

  • Sedang terjadi perbaikan pada server yang dituju 
  • Pemakaian bandwidth hosting yang melebihi batas sehingga server tak mampu memproses permintaan dari pengunjung website lagi
  • Serangan DDos yang menyebabkan server overload karena menerima banyak permintaan di satu waktu yang sama
  • Terdapat plugin yang bermasalah atau tidak kompatibel sehingga mengganggu kestabilan website
  • Penggunaan tema yang terlalu berat
  • Adanya masalah pada kode custom PHP website yang digunakan

Cara Mengatasi 503 Service Unavailable

Nah, karena error 503 service unavailable disebabkan berbagai faktor, ada beberapa cara untuk mengatasinya, yaitu:  

1. Mematikan Sementara Semua Plugin

Jika Anda menggunakan plugin yang tidak kompatibel atau bermasalah, pesan error 503 Service Unavailable bisa saja muncul. 

Sebagai langkah awal, Anda bisa mencoba mematikan sementara semua plugin yang terpasang. Jika pesan error 503 menghilang, berarti kendala berasal dari salah satu plugin yang digunakan.

Untuk memastikannya, Anda bisa mengaktifkan lagi satu per satu plugin untuk mengetahui plugin mana yang menjadi biang penyebab error 503 service unavailable.

Nah, karena 503 Service Unavailable menyebabkan Anda tak bisa masuk ke dashboard admin WordPress, maka Anda harus menonaktifkan plugin menggunakan FTP. 

Anda bisa masuk ke direktori /wp-content/, lalu ganti nama folder plugins menjadi plugins.deactivated.

matikan sementara plugin untuk mengatasi error 503

2. Ubah Tema WordPress ke Default

Selain plugin, penggunaan tema yang tidak tepat juga bisa menjadi penyebab 503 Service Unavailable. Misalnya karena tema itu terlalu berat.

Solusinya, Anda bisa mencoba menggunakan tema default WordPress, seperti Twenty Nineteen, ketika error 503 service unavailable muncul.
Untuk mengubah tema ke default, Anda bisa menggunakan File Manager atau phpMyAdmin. Berikut ini caranya:

2.1 File Manager

  1. Login ke cPanel Anda melalui http://domainanda.com/cpanel
  2. Pilih menu File Manager di bagian Files

  3. Klik folder wp-content dan pilih themes. Lalu, klik kanan dan Rename nama folder tema yang sedang Anda gunakan menjadi namatema-off. Misalnya, twentynineteen-off

  4. Refresh website Anda untuk mengetahui apakah error 503 sudah teratasi.

2.2. phpMyAdmin

  1. Login ke cPanel Anda
  2. Pilih menu phpMyAdmin yang terletak pada bagian Databases

  3. Klik wp_options yang ada di bagian kiri. Lalu, klik tab Search. Ketikkan template ke kotak option_name dan pencet enter pada keyboard Anda.

  4. Klik Edit untuk mengganti tema

  5. Terakhir, masukkan nama tema WordPress default, misalnya twentynineteen. Lalu, klik Go.

Apabila setelah mengganti tema ke default error 503 Service Unavailable menghilang, berarti tema yang Anda gunakan sebelumnya memang penyebabnya. Jadi, sebaiknya Anda tidak menggunakan tema tersebut terlebih dahulu.

3. Mematikan Sementara API “Heartbeat” di WordPress

Heartbeat merupakan API bawaan WordPress yang berfungsi untuk menyimpan artikel secara otomatis (auto-save), menampilkan notifikasi plugin, memberitahu siapa yang sedang mengedit artikel, dan lainnya.

Sayangnya, Heartbeat memakan cukup banyak sumber daya sehingga terkadang menyebabkan error 503. Maka dari itu, Anda perlu mematikannya untuk sementara jika pesan error 503 service unavailable muncul. Bagaimana caranya?

  1. Login ke cPanel Anda, lalu klik File Manager di bagian Files

  2. Klik folder wp-content, lalu pilih themes, dan pilih folder tema yang Anda gunakan saat ini. Misalnya, twentynineteen. Kemudian, masuk folder tema tersebut dan klik kanan pada file functions.php, lalu pilih Edit
  3. Masukkan kode berikut tepat di bawah <?php. Lalu, klik Save Changes.

    add_action( ‘init’, ‘stop_heartbeat’, 1 );
    function stop_heartbeat() {
    wp_deregister_script(‘heartbeat’);
    }

Jika website Anda berhasil diakses kembali berarti masalahnya terletak pada API Heartbeat. Namun, Anda tidak bisa mematikannya secara permanen karena beberapa fitur WordPress terintegrasi membutuhkannya. Maka, kami sarankan Anda untuk mengaturnya ulang dengan menginstall plugin Heartbeat Control.

4. Perbaiki Custom PHP yang Bermasalah

Jika error 503 masih tetap muncul, bisa jadi ada kode custom PHP yang bermasalah di website Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mengaktifkan mode debug untuk mencari tahu error PHP tersebut dan memperbaikinya. 

Berikut cara debug WordPress:

  1. Login ke cPanel Anda, lalu klik File Manager yang ada di bagian Files

  2. Klik folder public_html yang ada di bagian kiri. Lalu, klik kanan dan pilih menu Edit pada file wp-config.php

  3. Ubah define( ‘WP_DEBUG’, false ); menjadi define( ‘WP_DEBUG’, true ); lalu tambahkan kode berikut tepat di bawahnya:

    define (‘WP_DEBUG_LOG’, true);
    define (‘WP_DEBUG_DISPLAY’, false);

  4. Klik Save Changes yang ada di pojok kanan. Lalu, refresh website Anda. Setelah itu akan muncul file debug.log pada folder /wp-content/. Buka file tersebut dan cek custom PHP apa yang menyebabkan error 503 agar bisa diperbaiki.

Jika Anda kebingungan memperbaiki custom PHP yang muncul di log, Anda bisa menghubungi customer service penyedia hosting untuk mendapat bantuan lebih lanjut terkait error tersebut.

5. Upgrade Hosting Anda

Apabila semua cara di atas tidak berhasil menghilangkan error 503, kemungkinan terkait penggunaan sumber daya di layanan hosting Anda . Bisa karena trafik website Anda tiba-tiba meningkat atau kebutuhan website Anda memang sudah meningkat.

Nah, karena setiap layanan hosting memiliki batas atau ketentuan penggunaan, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengupgrade paket hosting Anda dengan sumber daya yang lebih besar.

Katakanlah kalau sebelumnya Anda menggunakan shared hosting, Anda bisa melakukan upgrade ke hosting Apalagi kalau website Anda berupa toko online atau website berita yang jumlah pengunjungnya banyak.

Alasannya, cloud hosting mempunyai sumber daya dedicated yang lebih besar dan mampu menampung hingga lebih dari sejuta pengunjung per bulannya. 

 

The No-Cost Office, 100% Free Social Collaboration Software

The No-Cost Office, 100% Free Social Collaboration Software

There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nam ornare elit lacinia pretium sollicitudin. Mauris id sem congue, faucibus mauris quis, feugiat augue. Fusce elementum lacus sed quam tempor, quis consectetur tellus vulputate. Nam eget tortor vestibulum, mollis velit vitae, imperdiet nibh. Ut pellentesque neque eget mi congue, ut sagittis ipsum sollicitudin. Duis at felis at dolor euismod sollicitudin. Sed et urna lacinia, scelerisque metus at, elementum diam. Fusce elementum lacus sed quam tempor, quis consectetur tellus vulputate. Nam eget tortor vestibulum, mollis velit vitae, imperdiet nibh. Ut pellentesque neque eget mi congue, ut sagittis ipsum sollicitudin. Duis at felis at dolor euismod sollicitudin. Sed et urna lacinia, scelerisque metus at, elementum diam. Nam eget tortor vestibulum, mollis velit vitae, imperdiet nibh. Ut pellentesque neque eget mi congue, ut sagittis ipsum sollicitudin. Duis at felis at dolor euismod sollicitudin. Sed et urna lacinia, scelerisque metus at, elementum diam. Praesent eu purus non enim semper fermentum. Vestibulum fringilla nunc eu molestie rutrum.
4 Tips for Improving Workflow With Business Process Management Software

4 Tips for Improving Workflow With Business Process Management Software

Anda kaget karena website Anda hanya memunculkan layar putih bertuliskan “error 503 Service Unavailable”? Jangan panik dulu, Anda sudah menemukan artikel yang tepat untuk bisa mengatasi error tersebut!

 

Di artikel kali ini, kami akan membahas tentang 503 Service Unavailable secara lengkap. Mulai dari pengertian, penyebab, hingga bagaimana cara mengatasi 503 Service Unavailable.

 

Daftar isi

 

  • Apasih 503 Service Unavailable itu ?
  • Apa penyebab 503 Service Unavailable ?
  • Cara mengatasi 503 Service Unavailable ?
    • 1. Mematikan sementara semua plugin ?
    • 2. Ubah Tema WordPress ke Default ?
      • File Manager
      • PHP Myadmin
    • 3. Mematikan Sementara API “Heartbeat” di WordPress
    • 4. Perbaiki Custom PHP yang Bermasalah
  • Perbaiki Custom PHP yang Bermasalah
  • Naikkan Kapasitas Hosting

Apa Itu 503 Service Unavailable?

 

contoh error 503 service unavailable

 

Sumber gambar: qodeinteractive

503 Service Unavailable adalah error WordPress yang terjadi saat server tak bisa memenuhi permintaan koneksi. Bisa karena server penuh sehingga tak bisa menangani request lagi (overload). Atau, karena server sedang dalam proses perbaikan (maintenance).

 

Terkadang, kendala 503 Service Unavailable menampilkan pesan error yang berbeda di setiap websitenya. Beberapa pesan error yang umumnya muncul, antara lain:

 

  • 503 Service Unavailable
  • 503 Service Temporarily Unavailable
  • HTTP Server Error 503
  • HTTP Error 503
  • 503 Error
  • Error 503 Service Unavailable
  • Error 503 Backend fetch failed
  • The server is temporarily unable to service your request due to maintenance downtime or capacity problems. Please try again later.

Baca juga: Panduan Lengkap Daftar HTTP Status Code dan Cara Mengatasinya

 

Penyebab 503 Service Unavailable

 

Ada beberapa penyebab terjadinya error 503 Service Unavailable,yaitu:

 

  • Sedang terjadi perbaikan pada server yang dituju 
  • Pemakaian bandwidth hosting yang melebihi batas sehingga server tak mampu memproses permintaan dari pengunjung website lagi
  • Serangan DDos yang menyebabkan server overload karena menerima banyak permintaan di satu waktu yang sama
  • Terdapat plugin yang bermasalah atau tidak kompatibel sehingga mengganggu kestabilan website
  • Penggunaan tema yang terlalu berat
  • Adanya masalah pada kode custom PHP website yang digunakan

Cara Mengatasi 503 Service Unavailable

 

Nah, karena error 503 service unavailable disebabkan berbagai faktor, ada beberapa cara untuk mengatasinya, yaitu:  

 

1. Mematikan Sementara Semua Plugin

 

Jika Anda menggunakan plugin yang tidak kompatibel atau bermasalah, pesan error 503 Service Unavailable bisa saja muncul. 

 

Sebagai langkah awal, Anda bisa mencoba mematikan sementara semua plugin yang terpasang. Jika pesan error 503 menghilang, berarti kendala berasal dari salah satu plugin yang digunakan.

 

Untuk memastikannya, Anda bisa mengaktifkan lagi satu per satu plugin untuk mengetahui plugin mana yang menjadi biang penyebab error 503 service unavailable.

 

Nah, karena 503 Service Unavailable menyebabkan Anda tak bisa masuk ke dashboard admin WordPress, maka Anda harus menonaktifkan plugin menggunakan FTP. 

 

Anda bisa masuk ke direktori /wp-content/, lalu ganti nama folder plugins menjadi plugins.deactivated.

 

matikan sementara plugin untuk mengatasi error 503

 

2. Ubah Tema WordPress ke Default

 

Selain plugin, penggunaan tema yang tidak tepat juga bisa menjadi penyebab 503 Service Unavailable. Misalnya karena tema itu terlalu berat.

 

Solusinya, Anda bisa mencoba menggunakan tema default WordPress, seperti Twenty Nineteen, ketika error 503 service unavailable muncul.
Untuk mengubah tema ke default, Anda bisa menggunakan File Manager atau PHPMYADMIN. Berikut ini caranya:

 

2.1 File Manager

 

  1. Login ke cPanel Anda melalui http://domainanda.com/cpanel
  2. Pilih menu File Manager di bagian Files

  3. Klik folder wp-content dan pilih themes. Lalu, klik kanan dan Rename nama folder tema yang sedang Anda gunakan menjadi namatema-off. Misalnya, twentynineteen-off

  4. Refresh website Anda untuk mengetahui apakah error 503 sudah teratasi.

2.2. phpMyAdmin

 

  1. Login ke cPanel Anda
  2. Pilih menu phpMyAdmin yang terletak pada bagian Databases

  3. Klik wp_options yang ada di bagian kiri. Lalu, klik tab Search. Ketikkan template ke kotak option_name dan pencet enter pada keyboard Anda.

  4. Klik Edit untuk mengganti tema

  5. Terakhir, masukkan nama tema WordPress default, misalnya twentynineteen. Lalu, klik Go.

Apabila setelah mengganti tema ke default error 503 Service Unavailable menghilang, berarti tema yang Anda gunakan sebelumnya memang penyebabnya. Jadi, sebaiknya Anda tidak menggunakan tema tersebut terlebih dahulu.

 

3. Mematikan Sementara API “Heartbeat” di WordPress

 

Heartbeat merupakan API bawaan WordPress yang berfungsi untuk menyimpan artikel secara otomatis (auto-save), menampilkan notifikasi plugin, memberitahu siapa yang sedang mengedit artikel, dan lainnya.

 

Sayangnya, Heartbeat memakan cukup banyak sumber daya sehingga terkadang menyebabkan error 503. Maka dari itu, Anda perlu mematikannya untuk sementara jika pesan error 503 service unavailable muncul. Bagaimana caranya?

 

  1. Login ke cPanel Anda, lalu klik File Manager di bagian Files

  2. Klik folder wp-content, lalu pilih themes, dan pilih folder tema yang Anda gunakan saat ini. Misalnya, twentynineteen. Kemudian, masuk folder tema tersebut dan klik kanan pada file functions.php, lalu pilih Edit
  3. Masukkan kode berikut tepat di bawah <?php. Lalu, klik Save Changes.

    add_action( ‘init’, ‘stop_heartbeat’, 1 );
    function stop_heartbeat() {
    wp_deregister_script(‘heartbeat’);
    }

Jika website Anda berhasil diakses kembali berarti masalahnya terletak pada API Heartbeat. Namun, Anda tidak bisa mematikannya secara permanen karena beberapa fitur WordPress terintegrasi membutuhkannya. Maka, kami sarankan Anda untuk mengaturnya ulang dengan menginstall plugin HEARTBEAT CONTROL.

 

4. Perbaiki Custom PHP yang Bermasalah

 

Jika error 503 masih tetap muncul, bisa jadi ada kode custom PHP yang bermasalah di website Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mengaktifkan mode debug untuk mencari tahu error PHP tersebut dan memperbaikinya. 

 

Berikut cara debug WordPress:

 

  1. Login ke cPanel Anda, lalu klik File Manager yang ada di bagian Files

  2. Klik folder public_html yang ada di bagian kiri. Lalu, klik kanan dan pilih menu Edit pada file wp-config.php

  3. Ubah define( ‘WP_DEBUG’, false ); menjadi define( ‘WP_DEBUG’, true ); lalu tambahkan kode berikut tepat di bawahnya:

    define (‘WP_DEBUG_LOG’, true);
    define (‘WP_DEBUG_DISPLAY’, false);

  4. Klik Save Changes yang ada di pojok kanan. Lalu, refresh website Anda. Setelah itu akan muncul file debug.log pada folder /wp-content/. Buka file tersebut dan cek custom PHP apa yang menyebabkan error 503 agar bisa diperbaiki.

Jika Anda kebingungan memperbaiki custom PHP yang muncul di log, Anda bisa menghubungi customer service penyedia hosting untuk mendapat bantuan lebih lanjut terkait error tersebut.

 

5. Upgrade Hosting Anda

 

Apabila semua cara di atas tidak berhasil menghilangkan error 503, kemungkinan terkait penggunaan sumber daya di layanan hosting Anda . Bisa karena trafik website Anda tiba-tiba meningkat atau kebutuhan website Anda memang sudah meningkat.

 

Nah, karena setiap layanan hosting memiliki batas atau ketentuan penggunaan, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengupgrade paket hosting Anda dengan sumber daya yang lebih besar.

 

Katakanlah kalau sebelumnya Anda menggunakan shared hosting, Anda bisa melakukan upgrade ke hosting Apalagi kalau website Anda berupa toko online atau website berita yang jumlah pengunjungnya banyak.

 

Alasannya, cloud hosting mempunyai sumber daya dedicated yang lebih besar dan mampu menampung hingga lebih dari sejuta pengunjung per bulannya.